Kesehatan memang berharga, tak terkecuali bagi wanita. Sayangnya dengan semakin banyaknya kegiatan dan padatnya rutinitas, sering kali kesehatan terkorbankan.
Padahal dengan fisik yang tak sekuat pria, wanita rentan terserang penyakit. Lalu apa saja gangguan kesehatan atau penyakit yang sering menyerang wanita?
Kanker Payudara dan Serviks
- Kanker serviks (mulut rahim) dan payudara adalah dua penyebab terbesar kematian kaum hawa di dunia karena paling sering diderita wanita.
- Salah satu penyebabnya adalah gaya hidup. Di jaman modern ini, kebanyakan wanita sudah lebih memilih mendahulukan karir ketimbang menjadi ibu rumah tangga. Akibat tingginya ritme aktivitas di luar rumah, pola makan menjadi cenderung tidak teratur.
- Karenanya, disarankan bagi wanita usia 20 hingga 40 untuk melakukan pemeriksaan pada payudara mereka secara teratur. Hal ini untuk membantu wanita mendeteksi kanker payudara di tahap awal.
Depresi
- Wanita lebih mudah depresi, karena wanita adalah makhluk yang penuh dengan gejolak hormon. Terutama wanita paruh baya dan yang sudah melewati menopause. Penyebab depresi lainnya adalah gaya hidup dan stress.
- Jangan disepelekan, karena depresi ini kemudian dapat berakibat stroke atau serangan jantung jika berlebihan.
Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS)
- Satu dari tiga wanita di dunia menderita PCOS karena frekuensi menstruasinya tidak teratur. Ini adalah penyakit dengan kondisi di mana terdapat kista kecil pada ovarium yang dapat menyebabkan seorang wanita mandul.
- Lakukan check up secara teratur dan sedini mungkin untuk mencegah adanya PCOS, jagalah pola makan dan berat badan Anda.
Osteoporosis
- Bukan mitos lagi jika wanita memang dikatakan mudah bungkuk ketimbang laki-laki. Karena konsumsi kalsium dan vitamin D yang rendah, merokok, alcohol, dan beberapa perilaku pola hidup tak sehat lainnya.
- Lakukan diagnosis sebelumnya untuk mencegah osteoporosis, karena jika terlambat akan susah untuk menanganinya dan dapat berakibat fraktur atau patah tulang.
Sumber : Suaramerdeka

Tidak ada komentar:
Posting Komentar